Bagi pengendara kenderaan bermotor hal yang paling menyebalkan selain
kemacetan yang berjam-jam di jalan adalah ditangkap polisi. Apalagi para
polisi banyak yang suka mengada-ada peraturan.
Berbagai jurus akan dikeluarkan polisi dari alasan:"jalan ini one way
dari pagi sampai jam 10.00 padahal tidak ada rambunya" atau kalau bapak
mau lurus, tidak boleh ambil paling kiri, padahal tidak ada rambu yang
menandakan bahwa kiri harus belok kiri". Dua alasan tersebut paling
sering terjadi.
Contoh : di sepanjang gunung sahari dari Harmoni sampai ke Mangga Dua.
Banyak sekali polisi yang mangkal disana. Coba saja anda mengambil jalur
paling kiri atau paling kanan tetapi ternyata anda tidak membelok
(lurus kedepan). Dijamin pasti anda akan di stop polisi.
Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak dari kita yang memilih jalur
'damai' daripada ditilang dan ke pengadilan. Sebenarnya bukan karena
kita cinta 'damai', tetapi ga mau ribet atau ga ada waktu ke pengadilan.
Bagi yang tidak mau mengeluarkan duit, bisa dicoba tip-tip anti tilang
dibawah ini dan trik-trik ini TIDAK PERNAH GAGAL!
Berikut ini trik-trik yang harus dicoba!!
1. Saya lagi banyak masalah, Pak!
HATI-HATI! TRIK INI MEMBUTUHKAN LATIHAN AKTING! Sebenarnya trik ini
lebih cocok untuk orang yang mempunyai kemampuan berakting. Begitu
diberhentikan polisi, anda sudah harus mulai penjiwaan. Segera
telengkupkan tangan, basahi mata dengan air mata buaya supaya kelihatan
habis menangis dan tarik ulur ingus untuk lebih meyakinkan lagi kalau
anda menangis. Sepanjang interogasi, usahakan kontak mata sesedikit
mungkin dengan Pak Polisi, gerakkan tangan menutup muka seperti sedang
depresi akan lebih meyakinkan lagi.
Skenario
"Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"
"Aduh, teserah deh, pak, bapak mau nilang saya apa gimana teserah deh,"
"Memangnya ibu kenapa?"
"Aduh, ga usah nanya-nanya deh Pak, saya lagi pusing banyak masalah nih!"
"Emang Masalah ibu apa?"
"Pokoknya saya lagi pusing banyak masalah! Makanya saya ga lihat tadi
tuh lampu merah di depan soalnya pikiran saya kusut! Jadi teserah deh
kalau bapak mau nilang saya?" Diucapkan dengan nada frustasi dan
diakhiri dengan suara lirih dan nada gantung.
"Duh, ada yang bisa saya bantu kalau lagi ada masalah?"
"Ga bisa! Bapak ga bisa bantu saya!" terkesan mau nangis, "Ga ada yang bisa bantu SAAYAA!" menangis histeris.
"Ya uda lha kalau ibu lagi banyak masalah, lain kali hati-hati ya?"
Mengapa tak pernah gagal? Karena orang jahat selalu menang, dan ini
adalah teknik yang sangat jahat. Trik ini memanfaatkan sisi baik dari
seorang Polisi. Manusia pada dasarnya mempunyai hati nurani yang bisa
merasa kasihan terhadap orang lain. Tidak ada manusia yang lahir tanpa
empati akan kesusahan manusia lain walapun hanya setitik tetap saja ada
rasa ibanya. Apalagi seorang Polisi yang diharapkan menjadi pamong
masyarakat.
Taktik ini memang masih jarang digunakan karena membutuhkan penghayatan
yang mendalam dan susah meyakinkan si polisi, salah-salah malah ditilang
lebih berat. Ditambah juga orang-orang banyak yang berpikiran bahwa
polisi pasti akan lebih memilih duit daripada rasa iba, apalagi polisi
jaman sekarang. Sekali dipakai, tentunya para polisi akan selalu
terkenang-kenang. Ibaratnya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang
tak percaya. Bisa-bisa bagian skenario tadi dipotong menjadi:
"Ahhh!! Udah! Udah! Ga usah pura-pura! Kemarin uda ada yang pake tuh! Ibu-ibu!"

2. Saya mahasiswa hukum, lho!
Walaupun anda bukanlah seorang mahasiswa hukum, tidak perlu ragu-ragu
dalam memakai trik ini hanya karena judulnya. Siapa saja bisa memakai
trik ini bahkan yang bukan mahasiswa hukum benaran. Cukup kemampuan
persuasi dan kegigihan mempertahankan kasus macamnya pengacara artis.
Skenario:
"Mbak melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"
"Aduh, maaf, Pak, soalnya rambu-nya nggak kelihatan, ketutupan pohon
tuu?lagian saya itu baru pertama kali lewat sini, jadi saya kurang paham
sama jalanannya?"
"Ya tapi nggak bisa gitu dong, Mbak tetap melanggar dan harus ditilang"
"Wah, nggak bisa langsung ditilang gitu, pak! Kan saya sudah bilang tadi
alasannya, rambunya tidak kelihatan karena ketutupan pohon, jadi
sebenarnya kesalahan bukan di pihak saya. Saya ini mahasiswa hukum lho,
pak! Masyarakat sadar hukum! Saya tahu benar pasal-pasal dan
penerapannya, bahwa kalau pelanggaran karena rambu yang tidak jelas,
tidak bisa dikenakan sanksi!"
"Memang aturannya seperti itu kok, melanggar ya kena sanksi!"
"Nahh, itu dia, apalagi saya tadi sudah minta maaf karena pertama kali
lewat. Saya ini mahasiswa hukum, Pak, jadi saya tahu aturan persidangan.
Saya jelas tidak bersalah karena saya tidak diinformasikan sebelumnya
bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Rambu tidak jelas. Saya pertama
lewat. Siapa yang bisa memberi tahu saya?"
"Justru ini saya stop dan saya beritahu, Mbak melanggar!"
"Benar sekali, terimakasih, Pak, tugas seorang polisi memang untuk
membimbing anggota masyarakatnya agar patuh peraturan. Karena itu
sekarang saya jadi tahu disini ga boleh belok, dan lain kali tidak
melanggar."
"Tapi yang ini tetap ditilang!"
"Wah, saya yakin bapakpun sebagai penegak hukum juga belajar hukum
seperti saya di fakultas hukum. Pelanggaran kali ini tidak kena tilang,
pak, tapi berikutnya jika saya melanggar lagi, saya harus ditilang. "
"Ya sudah ngomong sana di sidang tilang!"
"Sekali lagi pak, saya ini sudah hampir lulus dari fakultas hukum,
berarti saya menguasai materi hukum! Coba bapak liat klo ga percaya, ini
kartu mahasiswa saya, FAKULTAS HUKUM angkatan tahun ini lulus. Menurut
yang saya pelajari, tidak semua pelanggaran harus masuk tahap
persidangan, jika sudah diberikan alasan yang valid atas pelanggaran.
Saya sudah memberikan alasan saya. Saya bahkan tidak menyalahkan aparat
yang meletakkan rambu di tempat yang tidak terlihat."
"Ya sudah sana pergi!"
Mengapa tak pernah gagal? sekali lagi ada hubungan psikologi manusia
dengan trik ini. Secara psikologi, orang tidak suka mendengar suara
keras yang memekakan telinga terus menerus atau omlean repetan orang
yang panjang lebar. Nah Polisi itukan juga manusia, yang pasti akan
terganggu mendengar rentetan alibi tak henti oleh suara yang tak enak
didengar. Dalam pikiran polisi, lebih bagus saya mencari mangsa yang
lain daripada menghabiskan waktu dengan yang satu ini.

3. Saya anak jendral!
Trik ni merupakan trik yang paling umum. Saya anak jendral bisa juga di
ganti dengan saya saudara Pak xxx dan disertai dengan penyelipan kartu
nama pejabat kepolisian. Dalam menjalani trik ini, anda harus bisa
memasang tampang sok yakin dan percaya diri, disertai dengan berbicara
dengan suara lantang, agak sok, dan yang pasti penuh keyakinan.
Contoh Skenario:
Polisi: "Selamat pagi, ibu telah melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"
Anda: "YA SUDAH! YA SUDAH! TILANG SAJA SAYA SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!"
Polisi: "HMMMM?maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?"
Anda: "NGAPAIN TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!"
Polisi: "Maaf bu, ibu kenal siapa?"
Anda: "MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?"
Polisi: "Engga bu, lain kali hati-hati ya?"
Mengapa trik ini tidak pernah gagal? Sebenarnya trik ini merupakan
teknik yang dalam ilmu psikologi disebut dengan reverse psychology,
dimana seseorang melakukan persuasi dalam mengarahkan lawan bicara
dengan melakukan hal yang justru tidak diinginkan oleh lawan bicara.
Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaksi
tersendiri dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi
sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang
diberikan (melepaskan dan tidak menilang).
Teori psikologi ini berasal dari abad kuno Indonesia, dan dalam
masyarakat dulu lebih dikenal dengan sebutan gertak sambal yang artinya
sebenarnya kita hanya menggertak. Jadi seseorang sebenarnya tidak
mempunyai kekuatan atau kekuasaan yang dia miliki tetapi dia hanya
membual. Semakin yakin dan percaya tindakan anda, lawan bicara semakin
ragu akan kemampuan nya sendiri dan tidak berani mengambil risiko untuk
melawan kita.
Karena seringnya digunakan, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan
trik ini. JANGAN BERBOHONG adalah kunci sukses keberhasilan. Itu
termasuk: jangan mengaku saudara jika bukan saudara dan jangan memberi
nomor telpon yang tidak bisa dihubungi. Ingat, kegagalan dan gerak-gerik
kurang meyakinkan akan menimbulakn kecurigaan dan bisa berbuah tilang
yang lebih berat!

sumber : kaskus